Kebakaran di Bima Hanguskan Tujuh Rumah, Kerugian Mencapai Ratusan Juta
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaporkan sebanyak tujuh unit rumah warga di Desa Tolotangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, hangus terbakar pada Selasa (7/4) malam.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, ST., MT., dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Mataram, Rabu, menyatakan bahwa peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WITA yang diduga dipicu oleh hubungan arus pendek listrik.
"Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat korsleting listrik yang terjadi di pemukiman warga RT 13 RW 07 Desa Tolotangga," ujar Sadimin.

Material kayu membuat api cepat menyebar
Berdasarkan hasil kaji cepat tim di lapangan, kebakaran tersebut berdampak pada enam Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 24 jiwa. Dari total tujuh rumah yang terdampak, dua unit rumah dilaporkan rata dengan tanah, sementara lima unit lainnya mengalami kerusakan pada bagian atap dan kategori rusak ringan.
Adapun rincian pemilik rumah yang terdampak antara lain rumah milik Madilau (63) yang kehilangan dua unit rumah (satu rumah panggung rata tanah dan satu rumah batu rusak bagian atap), serta rumah milik Ika (34) yang juga rata dengan tanah.
Sementara itu, rumah milik Budiman (22), Samsudin (55), Jalidin (45), dan Hajnah (34) mengalami kerusakan bervariasi dari rusak ringan hingga kerusakan pada bagian atap.
"Total kerugian material akibat musibah ini diperkirakan mencapai Rp400 juta. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," tambahnya.
Sadimin menjelaskan bahwa api saat ini sudah berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi kejadian telah kondusif. Personel BPBD Kabupaten Bima bersama TNI/Polri, aparat kecamatan, serta masyarakat setempat telah melakukan penanganan darurat dan pendataan di lokasi.

Harus tetap waspada agar tidak terjadi kebakaran lagi
"BPBD Kabupaten Bima terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa untuk melakukan pendataan lebih lanjut terkait kebutuhan mendesak warga terdampak, terutama bantuan tanggap darurat," katanya.
Di sisi lain, BPBD NTB juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lainnya. Mengingat wilayah NTB sedang berada pada puncak musim hujan, terdapat peluang curah hujan dengan intensitas tinggi di sebagian besar wilayah.
"Kami meminta masyarakat tetap waspada tidak hanya terhadap risiko kebakaran, tetapi juga potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor," pungkas Sadimin. (*)
Artikel Favorit Untuk Anda
Ketangguhan Bencana Menjadi Kunci Visi NTB Makmur Mendunia