Geopark Rinjani-Komunitas Kolaborasi Bersihkan Sungai Lenek pada Hari Bumi dan APGN Week
Badan Pengelola Geopark Rinjani menggandeng berbagai elemen masyarakat dan komunitas pemuda melakukan aksi pembersihan (clean up) di kawasan Sungai Lenek, Desa Wisata Lantan, Kabupaten Lombok Tengah, sebagai upaya nyata menjaga ekosistem perairan sekaligus memperingati Asia Pacific Geoparks Network (APGN) Week dan Hari Bumi Sedunia. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (23/4) tersebut melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Solah Desa Wisata Lantan, Pemerintah Desa Lantan, komunitas Next Level Movement, serta Sekolah Rakyat Gema Alam. Aksi ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian alam di kawasan penyangga geopark.
Perwakilan dari Geopark Rinjani, Sri Trisnadewi, menyatakan bahwa aksi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk tanggung jawab kolektif untuk memastikan warisan geologi dan sumber daya air tetap terjaga dari polusi plastik.
"Sungai Lenek adalah urat nadi lingkungan di Desa Wisata Lantan. Melalui momentum Hari Bumi dan APGN Week ini, kami ingin mengirimkan pesan kuat bahwa keberlanjutan sebuah destinasi wisata sangat bergantung pada bagaimana kita memperlakukan alamnya," ujar Sri Trisnadewi di sela-sela kegiatan.
Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WITA. Sebanyak 35 siswa dari SMPN Satap Lantan turut serta dalam aksi ini, bergabung dengan perangkat desa dan komunitas lokal. Keterlibatan generasi muda menjadi poin krusial dalam kegiatan ini guna menanamkan nilai-nilai konservasi sejak dini.
Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok strategis untuk menyisir aliran sungai. Fokus utama penyisiran adalah mengumpulkan sampah anorganik, terutama plastik sekali pakai yang tersangkut di bebatuan maupun pinggiran sungai.
"Kami membagi tim agar jangkauan pembersihan lebih merata. Anak-anak sekolah sangat antusias, dan ini merupakan sarana edukasi lapangan yang jauh lebih efektif daripada sekadar teori di dalam kelas," tambah Sri.
Dalam durasi dua jam hingga pukul 10.00 WITA, para peserta berhasil mengumpulkan sedikitnya tujuh karung besar sampah plastik. Dukungan logistik berupa 21 karung pengangkut disediakan oleh komunitas Next Level Movement untuk memastikan sampah yang terkumpul dapat terwadahi dengan baik sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir atau pusat pengelolaan sampah setempat.
Desa Wisata Lantan, yang dikenal dengan keindahan alam dan aliran sungainya, merupakan salah satu destinasi yang terus dikembangkan di Lombok Tengah. Keberadaan sampah plastik dinilai dapat merusak estetika sekaligus ekosistem yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Sri Trisnadewi menekankan bahwa kebersihan sungai adalah tanggung jawab bersama, termasuk para pedagang dan pengunjung yang beraktivitas di sekitar kawasan.
"Kami juga memberikan edukasi langsung kepada para pedagang di sekitar sungai. Kita ingin mereka paham bahwa jika sungai bersih, pengunjung akan lebih nyaman, dan secara otomatis ekonomi lokal akan ikut terjaga. Jangan sampai plastik-plastik ini mencemari aliran hingga ke hilir," tegasnya.
Menurutnya, sinergi antara Geopark Rinjani dengan Pokdarwis Solah merupakan kunci utama pengelolaan kawasan wisata yang berkelanjutan. Pokdarwis sebagai garda terdepan di tingkat desa diharapkan mampu konsisten menjaga semangat ini secara mandiri di masa mendatang.

Membersihkan sungai sambil liburan di areal persawahan
Momentum APGN Week
Pelaksanaan clean up ini juga bertepatan dengan APGN Week, sebuah perayaan bagi jaringan geopark di wilayah Asia Pasifik untuk mempromosikan hubungan harmonis antara manusia dan bumi. Geopark Rinjani, sebagai bagian dari jaringan global, terus berupaya mengintegrasikan program pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat lokal.
Pemerintah Desa Lantan menyambut positif kolaborasi ini. Kehadiran komunitas seperti Next Level Movement dan institusi pendidikan seperti Sekolah Rakyat Gema Alam membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan di Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin meluas melampaui batas-batas sektoral.
Aksi bersih sungai ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan serupa di titik-titik lain di kawasan Geopark Rinjani. Sri berharap, keberhasilan mengumpulkan tujuh karung sampah plastik dalam waktu singkat ini menjadi pengingat bagi semua pihak mengenai tantangan limbah plastik yang masih nyata.
"Hari Bumi mengingatkan kita bahwa kita tidak mewarisi bumi dari nenek moyang, tapi kita meminjamnya dari anak cucu kita. Menjaga Sungai Lenek tetap bersih adalah salah satu cara kita mengembalikan pinjaman tersebut dalam kondisi yang baik," tutup Sri Trisnadewi.
Dengan berakhirnya kegiatan pada pukul 10.00 WITA, kawasan Sungai Lenek kini tampak lebih asri. Namun, para penyelenggara menekankan bahwa tantangan sebenarnya adalah konsistensi masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah ke aliran sungai demi masa depan lingkungan NTB yang lebih hijau dan berkelanjutan. (mmn)