Kepala Bappeda Minta Geopark Rinjani Bantu Desa Berdaya
Kepala Bappeda Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti meminta kepada Badan Pengelola Geopark Rinjani membantu program desa berdaya. Sebagai bagian dari pemerintah provinsi, Geopark Rinjani diharapkan melaksanakan program di desa-desa yang masuk dalam kawasan Geopark Rinjani.
“Nanti Geopark Rinjani fokus pada program pemberdayaan masyarakat,’’ kata Baiq Nelly saat diskusi dengan Badan Pengelola Geopark Rinjani, Senin (12/1). Dalam diskusi ini hadir juga Kepala Bidang Ekonomi dan SD Iskandar Zulkarnain yang menjadi “rumah” bagi kelembagaan Geopark Rinjani.
Nelly menyampaikan dalam program desa berdaya melibatkan lintas sektor. Semua organisasi perangkat daerah (OPD) di Provinsi NTB berkolaborasi dengan kabupaten/kota. Selain itu Pemprov NTB juga mengajak mitra pembangunan dalam membantu program unggulan ini. Dengan kolaborasi berbagai pihak ini, harapan desa berdaya untuk mengentaskan kemiskinan esktrem bisa tercapai.
“Jadi teman-teman di Geopark Rinjani arahkan kegiatannya di desa-desa itu,’’ katanya.

Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti. Dia adalah kepala Bappeda perempuan pertama dalam pemerintahann Provinsi NTB
Iskandar Zulkarnain menambahkan program desa berdaya bertujuan menjadikan desa tidak hanya sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai subjek utama yang mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembangunan secara mandiri. Beberapa programnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi desa, pengelolaan lingkungan hidup, serta pelestarian nilai-nilai sosial dan budaya lokal.
Salah satu pilar penting dalam program desa berdaya adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Geopark Rinjani bisa menjalankan program pemberdayaan ekonomi. Melalui pendampingan, pelatihan manajemen, serta akses permodalan, desa diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
“Saya lihat laporan program 2025 Geopark Rinjani ada program pendampingan UMKM di desa. Bagus dilanjutkan program ini di 2026,’’ kata Iskandar.

Kabid Ekonomi dan SDA Bappeda NTB Iskandar Zulkarnain saat menyampaikan tentang program Geopark Rinjani yang harus selaras dan mendukung Program Desa Berdaya yang menjadi program unggulan Pemprov NTB.
Selain aspek ekonomi, program desa berdaya juga menekankan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Berbagai kegiatan pelatihan diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan aparatur desa, kelompok pemuda, perempuan, pelaku wisata dan pelaku usaha mikro. Pelatihan tersebut meliputi perencanaan pembangunan partisipatif, pengelolaan keuangan desa, kewirausahaan, pemanfaatan teknologi informasi, hingga pengolahan produk berbasis potensi lokal. Dengan peningkatan kapasitas ini, masyarakat desa diharapkan lebih adaptif terhadap perubahan dan mampu bersaing di era modern.
Dalam konteks lingkungan hidup, program desa berdaya mendorong desa untuk menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan. Desa didorong mengelola sumber daya alam secara bijak, seperti pengelolaan sampah berbasis masyarakat, konservasi sumber air, dan pengembangan energi terbarukan skala desa. Pendekatan ini penting mengingat NTB memiliki kekayaan alam yang besar namun juga rentan terhadap bencana dan kerusakan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.
“Sesuai juga dengan semangat pembangunan lingkungan berkelanjutan yang selama ini menjadi tujuan Geopark Rinjani,’’ katanya.
General Manajer Geopark Rinjani Qwadru Putro Wicaksono mengatakan, selama tahun 2025 Badan Pengelola Geopark Rinjani telah melaksanakan 32 kegiatan. Pada tahun 2025 Geopark Rinjani juga sudah dinilai ulang oleh asesor UNESCO. Dari hasil penilaian ulang itu, Geopark Rinjani kembali mempertahankan statausnya sebagai UNESCO Global Geopark dengan mendapat kartu hijau.
“Ini artinya apa yang telah kami lakukan selama ini telah sesuai dengan ketentuan. Tentu masih banyak yang perlu dioptimalkan,’’ katanya.
Pada program tahun 2026, Geopark Rinjani juga mengarahkan program kerja dilaksanakan di desa-desa. Kegiatan pemberdayaan masyarakat disesuaikan dengan program di masing-masing manajer dan kondisi desa dampingan. Misalnya, jika potensi desa itu Adalah pariwisata, program yang dilakukan Geopark Rinjani adalah peningkatan kapasitas pelaku wisata, membantu pembenahan destinasi.
Begitu juga dengan program pemberdayaan UMKM. Geopark Rinjani bekerjasama dengan BRI Institute yang mendampingi 100 UMKM. Pada tahun 2026 program tersebut berlanjut dengan fokus pendampingan.
“Masyarakat di kawasan wisata bisa menikmati kue wisata, bukan sekadar jadi penonton. Bisa menjadi pelaku usaha wisata langsung maupun usaha pendukungnya,’’ katanya.(*)
Artikel Favorit Untuk Anda
Menjamin Air di 'Pulau Seribu Masjid': Bagaimana Bendungan Meninting Mengubah Wajah Lombok