Lalu Iqbal, Akankah Membuat Kejutan?
Oleh: Zamroni,
Peminat politik
Pendiri Al-Ummah Foundation Indonesia
Pilkada NTB sering melahirkan kejutan. 2008 kejutan itu bernama TGB. Ia datang dari jauh. Belum lama pulang dari studi di Mesir. Baru berumur 36 tahun. Ikut pilkada dan menang. Mengalahkan gubernur petahana Lalu Serinata dari partai Golkar yang saat itu berkoaliisi dengan mayoritas partai lainnya. Sementara TGB hanya didukung PKS dan PBB. Dua partai anak bawang di NTB kala itu.
2018 kejutan terjadi lagi. Kali itu aktornya bernama Doktor Zul. Ia orang Sumbawa, datang dari Senayan dan bukan anggota DPR RI dari NTB, melainkan dari Banten. Ia menang mengalahkan Ahyar Abduh Walikota Mataram, Suhaili Bupati Lombok Tengah dan Ali Bin Dahlan bupati Lombok Timur. Tiga politisi senior dari Lombok itu dibuat tak berdaya oleh Doktor Zul.
TGB dan Doktor Zul, datang seperti slogan tua dari Romawi. Vini Vidi Vici. Datang, tarung dan menang. Mereka wajah baru yang melumat jago tua. Mereka terpilih setelah sebelumnya diremehkan. Di pandang sebelah mata. Kejutan terjadi. Pemenang pilkada bukan yang diduga sebelumnya. Pemenang pilkada justru yang tak pernah diduga. TGB pada 2008 dan Doktor Zul pada 2018.
Bagaimana dengan pilkada NTB 2024 ini? Apakah kejutan akan terjadi kembali? Atau justru sebaliknya, petahana akan kembali menang? Apakah ada tanda tanda kejutan itu akan terulang seperti pilkada 2008 dan 2018?
Saya cenderung menjawab ya. Akan terjadi kejutan. Kali ini pembuat kejutan itu Lalu Muhamad Iqbal namanya. Ia sosok yang diremehkan sebelumnya. Tapi kini ia calon gubernur yang paling berpotensi membuat kejutan. Melesat popularitasnya dan makin disukai banyak pemilih. Setidaknya sejumlah survei lembaga survei ternama seperti LSI, Indikator dan POLMARK menunjukkan itu.
Tiga Keuntungan
Lalu Iqbal sekurangnya punya tiga keuntungan, sehingga ia dianggap bisa membuat kejutan. Pertama, ia identik dengan Prabowo. Pemilih Prabowo di NTB sangat berwarna. lintas agama ,ormas, etnis, gender dan usia. Ini keuntungan yang dimiliki Lalu Iqbal. Tidak dimiliki calon gubernur lainnya.
Pertama, ia identik dengan Prabowo. Bukan semata karena Partai Gerindra mendukungnya, tetapi karena kedekatannya secara personal dengan Prabowo. Dan itu terkonfirmasi secara terang ketika Ahnad Muzani Sekjen Partai Gerindra menyatakan di hadapan publik di NTB bahwa benar Lalu Iqbal adalah orang yang Prabowo kenal dan dibanggakan oleh presiden terpilih itu.
Kedua, ia antitesis dari para politisi. Juga antiitesa dari Ormas besar. 20 tahun terakhir NTB dipimpin gubernur berlatar politisi. Juga terkesan dikuasai satu Ormas besar. Lalu Iqbal antitesis dari kedua hal itu. Ia bukan politisi dan ia tidak tampak berwarna satu ormas tertentu. Ini menarik di mata publik. lalu Iqbal menjadi simbol dari arus besar publik NTB yang ingin melihat warna baru dalam tatakelola pemerintahan.
Warna baru pemerintahan yang lebih profesional dan produktif dalam bekerja. Warna baru pemerintahan yang melayani semua spektrum keberagaman yang ada. Warna baru pemerintahan yang bekerja dengan tekun, fokus pada detail dan memberikan solusi atas persoalan.
Ketiga ia pintar dan jeli atau mungkin juga ia beruntung mendapatkan wakil yang pas. Dibandingkan pasangan Zul Uhel dan Rohmi Firin, pasangan Iqbal Dinda tampak lebih bisa saling mengisi. Lebih tampak serasi. Keduanya lahir dari proses yang natural. Bukan "kawin paksa" politik.
Ibu Dinda tampaknya akan memberikan kontribusi suara yang signifikan. Selain karena ia bupati dua periode di Kabupaten Bima, ia juga datang dari etnis Mbojo Dompu yang jumlah pemiliknya sekitar 700 ribu di NTB.
Sementara Suhaili berhadapan dengan suasana kebatinan orang Sasak yang menginginkan posisi gubernur bukan wakil. Dan untuk Musafirin ia harus bertarung dengan sangat sengit dengan Doktor Zul, berebut suara di ceruk yang kecil. Di dua kabupaten, yaitu Sumbawa dan Sumbawa Barat dengan pemilih kurang dari 500 ribu.
Ringkasnya, Ibu Dinda ini bisa menjadi senjata pamungkas atau kepingan terakhir yang menentukan kemenangan. Ia bisa mirip seperti ibu Rohmi yg menjadi kepingan yang memastikan kemenangan Doktor Zul lima tahun lalu.

Pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur NTB 2025-2030
Mengelola Momentum
Tiga keuntungan di atas jelas modal besar bagi Lalu Iqbal untuk unggul dan membuat kejutan. Tapi itu juga sekaligus menjadi tantangan yang jika gagal dikelola akan melahirkan kekalahan dan kedukaan yang panjang. Lalu Iqbal benar punya momemtum. Ia sedang naik daun. Ia lagi disukai pemilih. Namun itu baru momentum bukan kemenangan. Sekarang tinggal bagaimana momentum itu dikelola. Bagaimana ia berbuah suara berlimpah di bilik suara pada 27 November nanti. Sekitar 100 hari lagi ke depan.
Mengelola momentum adalah kerja kolektif tim pemenangan dalam satu komando dan tujuan. Tim pemenangan yang cakap memanfaatkan momengum adalah kebutuhan Iqbal Dinda saat ini. Kemampuan mengelola Momentum itu harus ditampakkan.
Pertama, melipatgandakan popularitas. Kedua, terus mendekatkan diri dengan segala warna pemilih. Ketiga, mengemas gagasan atau rencana.kerja secara komunikatif dan massif. Keempat, menyiapkan amunisi untuk "perang di ujung pertempuran".
Lalu Iqbal, akankah membuat kejutan? Jawabnya sekali ya. Kecuali ada kejutan yang lebih mengejutkan terjadi. Kita tunggu saja. Wallahu 'alam bishawab
CATATAN : tulisan ini dibuat sebelum pelaksanaan Pilkada NTB 2024. Pemenang Pilkada tersebut adalah Iqbal-Dinda, sesuai dengan tulisan penulis. Redaksi MayungMedia memuat kembali sebagai rekam jejak penulis
Artikel Favorit Untuk Anda
Civil Society Groups Join Forces to Address Pollution from Energy Industries