WONDER FEST2026 : Mengawal Transisi Energi Berkeadilan
Keterlibatan perempuan dalam isu transisi energi bukan lagi sekadar pelengkap atau pemanis angka statistik keterwakilan gender. Di tengah ambisi global menuju dekarbonisasi, partisipasi aktif perempuan dan kelompok rentan di tingkat akar rumput terbukti menjadi motor penggerak utama bagi terciptanya keadilan iklim yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus ruang konsolidasi gagasan, forum GEDSI JET NTB berkolaborasi dengan berbagai aktor pentahelix menyelenggarakan Festival Perempuan dan Energi atau "WONDER Fest 2026" di Taman Budaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, 30-31 Mei 2026.
Ketua GEDSI JET NTB, Baiq Dewi Anjani menegaskan bahwa festival ini dirancang khusus sebagai jembatan untuk mengikis kesenjangan partisipasi perempuan yang selama ini kerap terpinggirkan dalam ruang-ruang pengambilan keputusan sektor energi.
Berdasarkan data dan penelitian yang berkembang, pada tahun 2022 tercatat baru sekitar 5 persen posisi pengambilan keputusan di sektor energi global yang diisi oleh kaum perempuan. Minimnya keterlibatan ini berdampak langsung pada lahirnya kebijakan dan pengembangan teknologi energi yang bias gender, serta kurang mempertimbangkan kebutuhan spesifik perempuan dan kelompok rentan lainnya.
"Perempuan sering kali menempati posisi sebagai kelompok yang paling terdampak ketika krisis energi dan perubahan iklim melanda," ujar Dewi Anjani. "Namun, di balik kerentanan tersebut, mereka justru menyimpan potensi luar biasa sebagai agen perubahan. Ketika kita melibatkan perempuan dalam tata kelola energi bersih, solusi yang dihasilkan terbukti jauh lebih inklusif dan memberikan dampak sosial yang luas bagi komunitas sekitar" sambungnya.
Menurut Dewi Anjani, partisipasi bermakna yang ingin dibangun melalui WONDER Fest 2026 bukan sekadar formalitas mengundang perempuan untuk duduk di dalam ruang pertemuan. Lebih dari itu, esensi utamanya adalah memberdayakan mereka agar mampu mengidentifikasi kebutuhan energinya secara mandiri, sekaligus terlibat aktif dalam sepanjang rantai pasok energi terbarukan di daerah masing-masing.
Selama ini, inisiatif-inisiatif lokal yang lahir dari tangan perempuan di tingkat tapak, seperti pengelolaan reaktor biogas rumah tangga, pemanfaatan pompa air bertenaga surya (solar water pump), hingga inovasi energi komunal lainnya jarang sekali terdokumentasi dengan baik. Akibatnya, kontribusi nyata ini kerap luput dari apresiasi dan perbincangan di tingkat perumusan kebijakan yang lebih tinggi.

Kegiatan ini gratis lho..
Kolaborasi Pentahelix Menuju Net Zero Emission 2050
Mengusung tema besar βWomen Lead Energy, Women Dare to Speak for Energy Justice: Perempuan Memimpin Energi, Perempuan Berani Bicara Energi Menuju Net Zero Emission 2050β, festival yang berlangsung selama dua hari pada Sabtu dan Minggu, 30β31 Mei 2026 ini, menggalang kekuatan penuh dari seluruh elemen masyarakat.
Direktur Inspirasi, Rohani Inta Dewi menjelaskan bahwa pelaksanaan festival ini menerapkan strategi komunikasi dan koordinasi intensif dengan seluruh aktor pentahelix. Mulai dari jajaran Pemerintah Provinsi NTB, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM), sektor swasta, akademisi perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil (CSO), organisasi penyandang disabilitas (DPO), organisasi hak-hak perempuan (WRO), hingga komunitas pemuda dan media massa.
"Energi bukan hanya perkara kabel dan listrik yang menyala di dalam rumah. Energi adalah kunci utama bagi kemandirian ekonomi, produktivitas, serta jaminan kesehatan bagi perempuan dan kelompok rentan," kata Rohani Inta Dewi menekankan.
"Melalui WONDER Fest ini, kami ingin menyebarkan pemahaman kolektif: saat perempuan berdaya secara energi, maka kesehatan keluarga akan meningkat, ekonomi bergerak, dan bumi pada akhirnya terselamatkan" katanya.
Guna menyosialisasikan narasi transisi energi yang ramah dan membumi, festival ini dikemas melalui berbagai bentuk kegiatan interaktif yang berfokus membangun "Lingkar Energi Perempuan". Salah satu program unggulan yang menarik perhatian publik adalah "Tutur Puan", sebuah panggung monolog kesaksian dari para perempuan yang mengawal langsung transisi energi di berbagai pelosok wilayah Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, terdapat sesi "BINERGY" atau Bincang Energi yang menghadirkan dialog santai bersama sejumlah panelis ahli, serta forum "Ngelasah" sebuah ruang diskusi terbuka yang membagi narasumber dan peserta ke dalam kelompok-kelompok kecil dengan tema-tema spesifik demi membahas masa depan energi nasional.
"Kami juga menghadirkan "Mendadak Cinema" yang memutar film-film dokumenter bertema kepemimpinan perempuan dalam transisi energi berkeadilan serta isu perubahan iklim. Melalui medium film, pesan-pesan krusial mengenai keadilan iklim diharapkan dapat lebih mudah dicerna oleh generasi muda, pelajar, dan masyarakat umum yang hadir," kata Rohani yang organisasinya menjadi salah satu penyelenggara kegiatan ini.
Di area luar ruangan, pengunjung disuguhi pameran produk dan etalase teknologi terbarukan inklusif untuk edukasi skala "off-grid" maupun "on-grid". Beberapa stan menyajikan inovasi reaktor biogas hasil pengembangan Gema Alam, Sekra, dan Yayasan Rumah Energi (YRE), disusul demonstrasi panel surya dari siswa SMKN 1 Lingsar, hingga produk briket alternatif.
Aspek inklusivitas dipertegas dengan hadirnya stan khusus disabilitas yang digerakkan oleh HWDI dan PERTUNI, serta "Feminis Corner" yang menyediakan lapak buku, poster edukasi, serta kelas interaktif pengenalan bahasa isyarat melalui program "Lingkar Isyarat".
Penyelenggaraan WONDER Fest 2026 tidak berhenti pada aspek perayaan semata. Rohani Inta Dewi menargetkan luaran nyata dari perhelatan akbar ini, salah satunya adalah penyusunan dokumen pembelajaran, pengalaman, dan praktik baik kolaborasi pengembangan energi terbarukan di NTB. Dokumen ini nantinya dapat dijadikan rujukan strategis bagi pemangku kebijakan dalam merumuskan peta jalan transisi energi yang berkeadilan gender.
"Target sasaran kami sangat luas. Ada sasaran spesifik seperti kelompok perempuan akar rumput, civitas akademika, dan pelaku usaha sektor energi terbarukan. Namun, ada juga sasaran umum yakni masyarakat luas sekitar lokasi agar kesadaran akan pentingnya beralih ke energi bersih terus tumbuh bergulir," urainya.(*)
Artikel Favorit Untuk Anda
Rumah Aspirasi di Lombok Timur, Buka Ruang Aduan untuk Seluruh Rakyat