Alam

Pembangunan Pariwisata Tanpa Melupakan Pengelolaan Lingkungan

Hero Image

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat kolaborasi dengan investor dalam mendorong pembangunan pariwisata berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama jajaran direksi Baraca Capital di Ruang Kerja Gubernur NTB, Mataram, Jumat (7/8).

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov NTB dan Baraca Capital memfinalisasi kerangka kerja sama yang mencakup komitmen investasi pariwisata hingga USD100 juta untuk pembangunan vila dan resor berkualitas tinggi di wilayah Lombok Selatan.

Investasi tersebut diarahkan tidak hanya pada pembangunan fasilitas pariwisata, tetapi juga terintegrasi dengan penataan sistem pengelolaan sampah serta penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal di bidang pariwisata dan konstruksi.

Gubernur NTB menegaskan, pembangunan pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada investasi fisik. Menurutnya, pengembangan kawasan harus dibangun di atas lingkungan yang bersih dan sumber daya manusia lokal yang memiliki daya saing global.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Baraca Capital Asos Harsin menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di Lombok Selatan.

“Investasi pariwisata bernilai tinggi hanya akan berkelanjutan jika dibangun bersamaan dengan kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Melalui kemitraan strategis dengan Pemprov NTB, kami tidak hanya menghadirkan destinasi dan hunian berkualitas dunia di Lombok Selatan, tetapi juga berinvestasi secara nyata pada sistem pengelolaan sampah modern serta pengembangan kapasitas SDM lokal agar masyarakat sekitar menjadi bagian utama dari pertumbuhan ekonomi ini.”, ujarnya.

Salah satu bagian penting dari kolaborasi tersebut adalah penguatan sistem pengelolaan sampah di kawasan Lancing dan Tampah, Lombok Selatan.

Baraca Capital berkomitmen mendukung penyediaan dan instalasi sistem penampungan sampah bawah tanah dan semi-bawah tanah atau underground and semi-underground waste container system. Sistem tersebut dirancang untuk menjaga kebersihan kawasan sekaligus mempertahankan estetika destinasi pariwisata.

Kerja sama juga mencakup pengadaan armada pengangkut sampah untuk memastikan proses pengumpulan dan pengangkutan berlangsung secara rutin. Operasional di lapangan akan melibatkan tenaga kerja lokal dari desa-desa sekitar serta bermitra dengan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan.

Gubernur NTB bersama para investor

Asos Harsin mengatakan pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari konsep pengembangan kawasan yang diusung Baraca Capital.

“Kami percaya bahwa standar kemewahan baru dalam industri hospitality adalah keberlanjutan. Penerapan sistem pengelolaan sampah bawah tanah yang modern serta penguatan keahlian warga lokal adalah bentuk komitmen nyata kami untuk memastikan Lombok Selatan berkembang sebagai destinasi eksklusif yang tetap hijau, bersih, dan berorientasi pada nilai-nilai ESG.”, ucapnya.

Selain investasi dan lingkungan, kerja sama Pemprov NTB dengan Baraca Capital juga diarahkan pada penguatan pendidikan vokasi untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata.

Pemprov NTB bersama Baraca Capital akan mendorong peninjauan kurikulum SMK pariwisata agar lebih sesuai dengan standar industri hospitality internasional. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan lulusan sehingga lebih siap diserap oleh industri pariwisata maupun konstruksi.

Gubernur NTB mengatakan penguatan vokasi tersebut akan diarahkan pada pengembangan SMK percontohan khusus hospitality.

“Dia mau bantu kita untuk review kurikulum di SMK-SMK kita dan rencana untuk mengembangkan percontohan SMK khusus hospitality. Saya mengusulkan di Kawasan Mandalika. Di dalam kawasan itu, yang sekolah disitulah anak-anak di sekitar. Jadi dia akan datangkan instrukturnya dari Europe. Dia akan bikin standarnya dulu supaya bisa dapat ESG score,” jelas Gubernur NTB.

Pemprov NTB selanjutnya akan berkoordinasi dengan ITDC terkait rencana alokasi lahan seluas dua hektare di kawasan Mandalika. Pemprov juga akan mengupayakan dukungan fasilitas kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

SMK percontohan tersebut dirancang untuk memberikan akses pendidikan vokasi kepada anak-anak masyarakat sekitar kawasan tanpa membebankan biaya, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) kawasan.

Pemerintah Provinsi NTB menargetkan tahap persiapan, pemetaan kelembagaan, dan penyesuaian kurikulum dapat diselesaikan pada akhir 2026, sehingga implementasi program dapat berjalan pada tahun berikutnya.

Kolaborasi Pemprov NTB dan Baraca Capital tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat investasi pariwisata di Lombok Selatan, tetapi juga memastikan pertumbuhan kawasan berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kapasitas masyarakat lokal.

Melalui pendekatan tersebut, NTB diarahkan semakin kuat sebagai destinasi pariwisata dunia yang mengedepankan prinsip green and sustainable tourism, dengan masyarakat lokal sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi kawasan. (*)

Artikel Favorit Untuk Anda